Home Energi Tahun 2019 Direncanakan Ada Alokasi 2.000 PJU-TS di NTT

Tahun 2019 Direncanakan Ada Alokasi 2.000 PJU-TS di NTT

0
SHARE

REPORT INDONESIA. KUPANG. Didasari Perhatiannya yang begitu besar bagi Provinsi NTT, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) Ignasius Jonan berencana di Tahun 2019 ini akan mengalokasikan sebanyak 2.000 titik Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Provinsi NTT.

Hal ini disampaikan Menteri ESDM Ignasius Jonan saat meresmikan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan Sumur Bor Air Bersih di Provinsi NTT, yang berlangsung di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kelapa Lima Kota Kupang, Sabtu (23/03/2019).

Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) di Provinsi NTT pada Tahun 2018 berjumlah 1.034 titik yang mampu menerangi kurang lebih jalan umum sepanjang 50 sampai 60 KM jalan di NTT. Dan Tahun 2019 ini direncanakan Provinsi NTT memperoleh pengadaan lampu jalan sebanyak 2.000 titik atau 10% dari jumlah pembangunan penerangan jalan umum tenaga surya diseluruh Indonesia yang berjumlah 21.280 titik, jelas Ignasius.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef A. Nae Soi,MM saat melihat denah pesebaran PJU-TS, LTSHE dan Sumur Bor Air Bersih, sembari mrndengarkan penjelasan dari Direktur Aneka Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, Sabtu (23/03/2019). Foto : Biro Humas Setda NTT.

“Peningkatan jumlah fasilitas penerangan jalan umum tenaga surya di Provinsi NTT ini, bertujuan agar jalan-jalan umum di seluruh Provinsi NTT dapat lebih terang dan juga untuk mengurangi tagihan listrik yang ada. Karena apabila dihitung secara standar satu titik lampu jalan yang menggunakan tenaga listrik itu tagihan listrik nya bisa mencapai 150 ribu hingga 200 ribu. Uang ini kan bisa digunakan untuk kebutuhan masyarakat yang lain,” ungkap Ignasius Jonan.

Sementara itu untuk mengejar rasio elektrifikasi menjadi 90% lebih di NTT, pengadaan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) di Provinsi NTT akan ditambah alokasi jumlahnya. Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dari alokasi 13.000 untuk Provinsi NTT direncanakan akan mengalami peningkatan menjadi 20.000 ataupun hingga 25.000 LTSHE, jelas mantan Menteri Perhubungan tersebut.

“Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dipasang dirumah-rumah masyarakat yang kemampuan membayar tarif listriknya minim dan rumah masyarakat tersebut tidak terjangkau oleh jaringan PLN,” ujar Ignasius.

Selain itu untuk Sumur Bor Air Bersih di Provinsi NTT Tahun 2019 ini direncanakan akan dibangun sebanyak 50 unit, dan lewat 50 unit sumur bor air bersih ini, diperkirakan dapat melayani sebanyak kira-kira 150 ribu sampai 200 ribu jiwa di NTT, atau hampir 7% dari jumlah penduduk NTT itu sendiri, pungkas mantan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here