Home Report Oktober 2019, Nilai Tukar Petani di NTT Meningkat 0,81 Persen

Oktober 2019, Nilai Tukar Petani di NTT Meningkat 0,81 Persen

0
SHARE
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si (tengah) saat menyampaikan materi terkait Nilai Tukar Petani di Provinsi NTT. Foto : Nataniel Pekaata

REPORT INDONESIA. KUPANG. Pada Oktober 2019 Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi NTT mengalami peningkatan sebesar 0,81 persen jika dibandingkan dengan NTP September 2019.

Dapat disimpulkan bahwa daya beli/daya tukar (terms of trade) petani meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Ini disebabkan adanya peningkatan harga produk pertanian yang lebih besar dibanding peningkatan harga komoditas konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.

Hal ini dikatakan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si, pada kegiatan jumpa pers bersama wartawan dan instansi terkait yang berlangsung di ruang Vicon BPS Provinsi NTT, Jumat (01/11/2019).

Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si (tengah) saat foto bersama dengan staff BPS. Foto : Nataniel Pekaata

Darwis menambahkan kebutuhan petani untuk biaya produksi Oktober 2019 meningkat bila dibanding September 2019 yaitu sebesar 0,32 persen. Peningkatan biaya khususnya pada sub kelompok upah buruh dan obat-obatan.

Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Oktober 2019 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2012 (2012=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan, lanjutnya.

Pada bulan Oktober 2019, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 107,12 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 108,11 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 102,52 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), jelas Darwis.

Sementara itu 105,78 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 110,42 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 109,76 untuk subsektor perikanan(NTP-Pi), pungkasnya. (Red)

Penulis + Editor : Nataniel Pekaata

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here