Home Report KAMPUD Minta Boss Polmark, Kang Eep Harus Bersikap Independen

KAMPUD Minta Boss Polmark, Kang Eep Harus Bersikap Independen

45
0
SHARE

Bandung, REPORT INDONESIA  – Sebanyak lima puluhan mahasiswa dan pemuda yang tegabung dalam Komite Aksi Mahasiswa dan Pemuda untuk Demokrasi (KAMPUD), menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/5/2018) kemarin. Mereka memprotes ketidaknetralan lembaga konsultan PolMark pimpinan Eep Saefulloh Fatah yang telah menjadi konsultan salah kandidat dalam pemilihan kepada daerah (pilkada) di Jawa Barat.

Andi Ulla, sebagai koordinator lapangan KAMPUD dalam orasinya mengingatkan bahwa sejatinya, lembaga konsultan maupun survei hanya melakukan survei secara independen dan tidak boleh menjadi konsultan, atau tim sukses pasangan calon dalam pilkada, pileg maupun pilpres.

“Tugas mereka hanya memotret peta politik menjelang pemilu di suatu daerah, atau kondisi lainnya, dengan metodologi ilmiah,” tegasnya.

Sayangnya, lanjut Andi, sebagai boss PolMark, Eep Syaefulloh Fatah sudah tidak indepen dan netral, karena telah menjadi konsultannya salah satu kandidat dalam pilgub Jabar.

“Bukan itu saja, Kang Eep juga telah memanfaatkan lembaganya untuk maju sebagai capres, yang beberapa minggu lalu melakukan deklarasinya di salah satu hotel di Jakarta,” sebutnya.

Idealnya sebagai boss lembaga survei, masih menurut Andi, Eep Syaefulloh tidak boleh memanfaatkan lembaga survei yang dipimpinnya itu untuk memuaskan ambisi politiknya.

“Karena itu, kami dari KAMPUD meminta Kang Eep sebagai Boss Polmark, untuk bersikap independen sebagaimana layaknya lembaga survey. Jangan karena ambisi politik, dia memanfaatkan lembaganya,” tegasnya.

Dalam aksinya, selain berorasi, KAMPUD juga membentangkan sepanduk bertuliskan “Kang Eep Politisi Ambisius Berkedok Konsultan Politik” dan “Boss Survei Tidak Boleh Berpolitik”

Sebelumnya, Jaringan Milenial Indonesia (JMI) mendeklarasikan Eep Saefulloh Fatah dicalonkan jadi Cawapres untuk Pilpres 2019. JMI menilai Eep memiliki kemampuan politik sehingga layak maju menjadi calon wakil presiden di Pilpres 2019.

Eep diketahui pernah menjadi konsultan politik Joko Widodo-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014, Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017, dan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar dalam Pilkada Jawa Barat 2013.

“Dengan tangan dingin, strategi politik, dan jadi konsultan politik yang berhasil hantarkan banyak calon pilkada yang memenangkan pemilu,” kata Mohammad Hafidz Kudsi, selaku Koordinator Nasional Jaringan Milenial Indonesia (JMI) saat deklarasi Eep Saefulloh Fatah dicalonkan menjadi Cawapres di D Hotel, Jakarta, Sabtu, malam (28/4/2018).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here