Home Report Generasi Milenial Merupakan Generasi Yang Hidup Dalam Ruang Globalisasi.

Generasi Milenial Merupakan Generasi Yang Hidup Dalam Ruang Globalisasi.

13
0
SHARE

REPORT INDONESIA, TASIKMALAYA. Kemkominfo (Kementrian Komunikasi dan Informatika) dan BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi bekerjasama dengan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Sosialisasi Redesain USO bertemakan “Pemanfaatan Internet Sebagai Media Edukasi dan Bisnis bagi Generasi Milenial” digelar di Fave Hotel Tasikmalaya (11/05/18). Acara tersebut dihadiri kurang lebih  300 peserta. Salah satu narasumber Wawan Gunawan akademisi UIN SGD Bandung, ia menjelaskan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang hidup dalam ruang globalisasi.

“Generasi milenial atau generasi zaman now, merupakan generasi yang hidup di tengah-tengah pusaran globalisasi. Dalam hal ini globalisasi dapat diartikan sebagai sebuah kondisi dimana manusia tidak lagi terbatas ruang dan waktu, ya semacam kampung  yang bernama dunia. Besar, berjarak, dan membutuhkan waktu untuk terhubung satu sama lain, tetapi persoalan-persoalan tersebut sudah berhasil untuk diatasi, ya hal itu terjadi karena kehadiran internet atau perkembangan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas pria kelahiran Bandung 9 Mei 1980 itu.

Namun, dalam perkembangannya, di era globalisasi tidak terlepas dari kondisi positif dan negatifnya; Wawan pun memaparkan dampak positif globalisasi diantaranya: Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan, mudah melakukan komunikasi, cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi), Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran, memacu untuk meningkatkan kualitas diri, dan mudah memenuhi kebutuhan.

Wawan menjelaskan bahwasanya generasi milenial dihadapkan pada sebuah kondisi yang terkadang membingungkan, laju informasi begitu mudah masuk ke alam pikiran generasi milenial. Di era globalisasi dimana informasi sangat mudah masuk, yang negatifnya berupa hoax yang tak jarang berbuah konflik, hingga disintegrasi bangsa. Selanjutnya nasionalisme generasi muda harus dijaga.

“Karena ini menyangkut nasionalisme atau rasa cinta kita terhadap bangsa kita seharusnya kita mengembangkan nilai-nilai toleran terhadap orang lain, tidak diskriminatif terhadap kelompok yang berbeda, menggunakan bahasa yang baik tidak mengandung SARA,” paparnya. Wawan menambahkan bahwa globalisasi berikut perkembangan teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan dalam bidang-bidang lain terutama edukasi dan bisnis, sebab kemajuan edukasi dan bisnis salah satu ciri masyarakat yang dapat bersaing di era globalisasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here